Rabu, 22 Agustus 2018

pelayan sejati part2

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa (2Korintus 4:8,9) Paulus adalah seorang rasul yang berterus terang tentang realitas kehidupan dan pelayanan yang tengah dilakukannya. Sejak menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, masalah justru seakan-akan enggan meninggalkannya. Ketika melayani jemaat di Korintus, ia pun tidak bebas dari masalah. Jemaat Korintus terkenal dengan reputasinya yang buruk. Banyak hal yang terjadi dalam jemaat ini, telah menyakitkan hati Allah dan Paulus. Misalnya perpecahan, juga tindakan tidak bermoral. Secara logika, sangat masuk akal bila Paulus mempertanyakan penyertaan Tuhan atas hidupnya, memprotes, atau bahkan mengambek. Namun, Paulus tidak melakukannya. Ia tetap setia memegang komitmen pelayanannya. Inilah inti "karakter pelayanan kristiani" sejati yang harus dimiliki oleh setiap pelayan Tuhan; di mana pun dan dalam peran apa pun. "Ditindas namun tidak terjepit ... habis akal namun tidak putus asa ... dianiaya namun tidak ditinggalkan sendiri ... dihempaskan namun tidak binasa" (ayat 8,9). Saya menyebutnya kristen elastis, yang tak menjadi "hancur" walaupun "dibanting" dengan berbagai tantangan dan kesulitan. Apa rahasianya? "Kami senantiasa membawa kematian Yesus dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus nyata dalam tubuh kami" (ayat 10) -MZ MASALAH SEBESAR APA PUN DAPAT DILEWATI BERSAMA TUHAN

PELAYAN SEJATI Part 1

"Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka (2Timotius 4:16) Penting bagi kita untuk membedakan antara kesalahan pribadi yang harus dengan rela kita ampuni, dengan serangan terhadap Injil Kristus yang sengaja dilakukan; kesalahan yang akan dihakimi Tuhan. Paulus menyatakan perbedaan itu dalam suratnya kepada rekan pelayanannya yang masih muda, Timotius. Pertama, Paulus menulis dengan rasa hormat tentang seorang seteru Injil: "Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita" (2Timotius 4:14,15). "Kejahatan" Aleksander terhadap Paulus tidak ditujukan kepada Paulus secara pribadi, tetapi terhadap pemberitaannya. Dan kini ia menentang pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Timotius. Untuk membandingkan dan membedakan secara jelas antara mereka yang menentang pekerjaan Allah dan mereka yang berbuat salah kepada kita secara pribadi, Paulus mengucapkan kata-kata ramah ini, "Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka" (2Timotius 4:16). Sungguh menyedihkan! Paulus ditinggalkan para sahabat kristianinya, justru ketika ia sangat membutuhkan dukungan dari mereka. Apa yang harus dilakukan terhadap mereka? Sebenarnya mereka pantas menerima kemarahan Paulus. Namun, ternyata Paulus tidak marah. Ia justru berkata, "Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka." PERLAKUKAN KESALAHAN ORANG LAIN SAMA BAIKNYA DENGAN PERLAKUAN ANDA TERHADAP KESALAHAN ANDA SENDIRI

Kamis, 02 Agustus 2018

KEPERCAYAAN YANG BENAR ( Ps. joseph prince )


HARTA YANG SEJATI


Matius 6 :19-34
Adalah wajar, manusia perlu harta dan tertarik menyimpan barang yang indah, menarik, tahan lama. Namun benda dan harta hanya memenuhi sebagian kebutuhan segi jasmani manusia sebab sifatnya fana, terbatas, bisa dimakan karat dan ngengat. Yesus mengemukakan bahwa harta sejati yang harus dikejar tiap orang adalah Tuhan sendiri dan berbagai bentuk pelayanan kemanusiaan yang mempertegas sifat murah hati.
Berpikir dan melihat yang tepat. Mata gunanya untuk melihat. Penglihatan mempengaruhi pikiran. Apa yang terlihat dan terpikir akan menggerakkan manusia untuk bertindak dan mengambil keputusan dan bertindak konkrit. Salah pikir dan salah pandang sesuatu akan berakibat fatal. Mata yang kabur tidak dapat melihat benda dengan jelas, demikian juga kalau mata rohani kita kabur akan berakibat fatal. Tuhan Yesus realistik sekali. Ia tahu banyak orang kuatir tentang apa yang akan dimakan dan dipakai esok. Kekuatiran seolah wajar, namun tidak perlu dan tidak boleh menjadi ciri orang beriman. Orang beriman melihat jelas bahwa Tuhan setia dan pemurah memenuhi kebutuhan semua makhluk ciptaan-Nya, apalagi manusia!
#Renungkan: Tuhan akan memperlakukan kita lebih daripada kita memperlakukan hal yang paling berharga untuk kita.

pelayan sejati part2

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan...