Rabu, 22 Agustus 2018

PELAYAN SEJATI Part 1

"Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka (2Timotius 4:16) Penting bagi kita untuk membedakan antara kesalahan pribadi yang harus dengan rela kita ampuni, dengan serangan terhadap Injil Kristus yang sengaja dilakukan; kesalahan yang akan dihakimi Tuhan. Paulus menyatakan perbedaan itu dalam suratnya kepada rekan pelayanannya yang masih muda, Timotius. Pertama, Paulus menulis dengan rasa hormat tentang seorang seteru Injil: "Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita" (2Timotius 4:14,15). "Kejahatan" Aleksander terhadap Paulus tidak ditujukan kepada Paulus secara pribadi, tetapi terhadap pemberitaannya. Dan kini ia menentang pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Timotius. Untuk membandingkan dan membedakan secara jelas antara mereka yang menentang pekerjaan Allah dan mereka yang berbuat salah kepada kita secara pribadi, Paulus mengucapkan kata-kata ramah ini, "Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka" (2Timotius 4:16). Sungguh menyedihkan! Paulus ditinggalkan para sahabat kristianinya, justru ketika ia sangat membutuhkan dukungan dari mereka. Apa yang harus dilakukan terhadap mereka? Sebenarnya mereka pantas menerima kemarahan Paulus. Namun, ternyata Paulus tidak marah. Ia justru berkata, "Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka." PERLAKUKAN KESALAHAN ORANG LAIN SAMA BAIKNYA DENGAN PERLAKUAN ANDA TERHADAP KESALAHAN ANDA SENDIRI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pelayan sejati part2

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan...