Oleh : richardo sitohang
Sewaktu kita memikirkan tentang masa depan, kita hendaknya dipenuhi
dengan iman dan harapan. Senantiasa ingatlah bahwa Yesus
Kristus—Pencipta alam semesta, arsitek dari keselamatan kita, dan kepala
Gereja ini—memegang kendali. Dia tidak akan membiarkan pekerjaan-Nya
gagal. Dia akan berjaya melawan segala kegelapan dan kejahatan. Dan Dia
mengundang kita semua, anggota Gereja-Nya dan orang lain yang jujur
hatinya, untuk bergabung dalam pertempuran bagi jiwa-jiwa anak Allah.
Seiring dengan semua yang lain yang akan kita lakukan dalam kehidupan,
kita juga harus mendedikasikan dan menguduskan hati, daya, pikiran, dan
kekuatan kita dalam urusan-Nya, berjalan dalam iman dan bekerja dengan
keyakinan.
Sebelum Kedatangan Kedua
Juruselamat—dan berdasarkan pada waktu ilahi-Nya—Injil harus dibawa
kepada setiap bangsa, suku, bahasa, dan kaum sampai itu memenuhi seluruh
bumi. Sebagaimana Nabi Joseph Smith menyatakan, “Tidak ada tangan yang
tidak murni dapat menghentikan pekerjaan dari perkembangannya;
penganiayaan boleh berlanjut, gerombolan perusuh boleh bergabung, bala
tentara boleh berhimpun, fitnah boleh mencemarkan, tetapi kebenaran
Allah akan terus maju dengan berani, dengan agung, dan mandiri, sampai
itu telah menembus setiap benua, mengunjungi setiap iklim, menyapu
setiap negara, dan berdengung di setiap telinga, sampai tujuan Allah
akan tercapai, dan YESUS KRISTUS akan mengatakan bahwa pekerjaan itu
telah selesai."
“Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami
makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua
itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu
yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah
dahulu ciri-ciri Kerajaan Allah
dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab
itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Imani ayat ini, sobat. Percayalah bahwa
pada dasarnya manusia tidak pernah puas. Karena itu ada yang namanya
pengendalian diri. Mungkin kamu pernah berpikir, andaikan aku lebih
pandai, andaikan aku lebih tinggi, andaikan kulitku lebih putih,
andaikan aku seperti dia! Satu hal yang akan saya katakan kepada kalian,
bahwa itu semua tidak akan cukup. Percayalah bahwa orang yang kalian
anggap sempurna juga masih merasa kurang kalau dia tidak memiliki
pengendalian diri dan hatinya masih kosong. Karena itulah, belajarlah
mensyukuri segala yang kita punya.
Lalu apa yang akan memberikan kepenuhan pada hati kita? Jawabannya
adalah Roh Allah. Maka dari itu di ayat ini dikatakan supaya kita
mencari terlebih dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka percayalah
kita akan mendapatkan semua yang kita butuhkan.
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Jika kamu masih kuatir, serahkanlah
kekhawatiranmu kepada-Nya. Taruhlah kuatirmu di kaki-Nya. Memang bagi
kita yang terbiasa khawatir, sulit untuk begitu saja menyerahkan
semuanya kepada Allah. Mungkin kita akan ragu, apakah Allah akan
bertindak? Namun, percayalah bahwa alah bisa karena biasa. Mulailah
percaya sepenuhnya kepada-Nya. Ia tahu yang terbaik. Mungkin teman-teman
belum bisa melihat kenyataan bahwa Allah benar-benar bekerja, namun
untuk memulai keyakinan itu, teman-teman bisa mulai menonton video-video
kesaksian, mengikuti KKR, berbagi dengan teman seiman, dan rajin-rajin
membaca Alkitab. Tentu hal ini perlu waktu, dan kalau sobat percaya,
maka Allah akan memberikan pengertian kepada sobat dan memberikan
pengalaman nyata bahwa Ia bekerja untuk teman-teman.
SALAM SEJAHTERA TUHAN YESUS MEMBERKATI